Diskusi Papan Catur
A : Hei ! Warna apa yang kau pilih ?
B : Aku pilih yang putih, supaya mengetahui pergerakanmu lebih dulu. Haha
A : Dengan mengetahui pergerakan lawan lebih dulu, itu belum menjamin kalau kau akan menang. Hehe
B : Yah setidaknya aku mendapatkan awalan yang baik.
Di tengah permainan tiba-tiba si A tertawa.
B : Kenapa kau tertawa ?
A : Apakah kau sadar ?
B : Sadar apa ? Aku tak tau apa yang kau tertawakan.
A : Apakah kita sekarang terlihat seperti Tuhan dan Iblis yang mencoba mendominasi dunia dengan 1 warna saja ? Haha
B : Ku pikir kau tertawa kenapa, tak taunya karena itu. Haha
A : Yap, papan catur ini kita ibaratkan dengan dunia dan bidaknya adalah manusia, dan kita menggerakan mereka untuk mencoba mendominasi dunia ini dengan 1 warna saja. Hitam atau putih ? Jahat atau baik ?
B : Tapi jika begitu, apakah bisa kuda melangkah seperti menteri ? Ataukan kita termasuk bidak catur juga ? Yang mana aku akan memakan dirimu.
Diskusi Senjata Pemusnah Massal
A : Negara-negara yang memiliki senjata pemusnah massal itu hebat yah ?
B : Hebat kenapa ? Punya senjata pemusnah massal ajah kok dibilang hebat. Emang apa gunanya sih ?
A : Yah hebat ajah. Kan bisa menghancurkan negara-negara lain atau negara musuh dengan cara yang mudah.
B : Emang negara apa aja yang punya dan apa senjata pemusnah massalnya ?
A : AMERIKA : NUKLIR, ISRAEL : JERICHO,KOREA UTARA : TAEPODONG, India : AGNI. Nah dengan punya senjata inikan bisa menghancurkan negara musuh dengan mudah.
B : Itu Indonesia gak di sebutin ? Emang gak punya senjata pemusnah massal ?
A : Yah gak gua sebutin gara-gara gak punya.
B : Punya kok. Lu ajah yang kagak tau kalau indonesia punya senjata pemusnah massal.
A : WAHH !!! Yang bener lu ? kok gua baru tau. Emang apaan senjatanya ?
B : Bener. Masa iyah gua bohong sama lu. Senjatanya itu yah para pemerintah indonesia. Lu kirim ajah pemerintah-pemerintah itu ke negara musuh, biar mereka bisa melanglang buana korupsi disana. Nanti juga hancur itu negara Musuh.
A : (&#%()&$*^!*&%* ERROR
Diskusi Kesetian dan Kekejaman
A : Serigala memang kejam. Tapi tidakkah kita belajar kesetiaan pada mereka ? Yang selalu bersama-sama dalam kawanannya dan tak meninggalkan seekor lainnya.
B : Percuma hidup bersama, kalau hanya dalam komunitasnya saja dia berbondong-bondong dan tidak saling meninggalkan, namun terhadap komunitas yang lain dia menunjukkan sikap KEJAM nya.
A : Loh tapi yang gua permasalahin sekarang itu kesetiaannya, bukan kekejamannya.
B : Yah tapi kalau kejam percuma ajah, ngapain dijadiin contoh.
A : Hadeuh !! Makanya gua bilang tadi, kita belajar kesetiaannya ajah jangan ambil kekejamannya juga dong. Lagian, emang apa sih perbuatan serigala sampai dia dibilang kejam ?
B : Yah lu liat ajah, dia suka memangsa kawanan lain.
A : Oalah, gua kira apaan. Kita juga suka makan ayam sama sapi. Apa pantas dibilang kejam ? Serigala itukan karnivora atau pemakan daging, terus dia hidup di alam bebas, jadi untuk bertahan hidup, yah dia harus memangsa kawanan lain, dengan bentuk gigi seperti itu tidak mungkin juga kalau dia makan daun-daunan. Kalau mau disalahkan juga, salahkan saja sang pencipta yang menciptakannya seperti itu.
Langganan:
Postingan (Atom)



